Postingan

Menampilkan postingan dengan label Info STKIP Ruteng

DUA (2) ALASAN BERDOA LEBIH BAGUS MENGAWALI HARI DIBANDINGKAN SENYUM

Gambar
DUA (2) ALASAN BERDOA LEBIH BAGUS MENGAWALI HARI DIBANDINGKAN SENYUM (Klaudius Marsianus Juwandy) salah satu laki-laki yang memutuskan untuk mengawali hari dengan berdoa Sebagai salah satu mantan anggota KBG Santu Fransiskus Ngencung yang beriman dan sesuai dengan judul tulisan saya, maka izinkanlah saya memulai tulisan ini dengan tanda kemenangan Kristus, Dalam Nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, Amin.  Bapa-ibu, saudara/i yang terkasih dalam Kristus. Sebelum saya melanjutkan tulisan ini, saya hanya mau menyampaikan bahwa jangan terlalu serius membaca tulisan ini, karena judul hanya sebagai tameng saya untuk terlihat suci dan semakin menguatkan saya dengan pekerjaan saya. Pada tulisan kali ini, saya ingin menjelasakan sedikit alasan kenapa kita harus mengawali hari dengan berdoa. Tapi sebelumnya, saya ingin bertanya dengan kita semua, apakah Anda tahu mengapa Albert Einstein pintar? BACA JUGA:  Tiga Hal Yang Paling Diingat Dari Doa Rosario Di Ruteng Bapa-ibu, s...

Pena di Ujung Kata-Kumpulan Puisi Rista Damu

Gambar
Pena di Ujung Kata (Rista Damu)* Rista Damu Pada mulanya adalah kata Kita menghalau mata dalam kata Memadahkan suka- duka kehidupan Lewat kidung-kidung indah. Dia selalu mengingatkan kita tentang tenunan cerita Ketika logika kaku untuk bercerita Ada kata dalam sepi untuk membedah. Kata tidak ada dalam ketetapan Darinya ada ruas-ruas tenunan kebahagian juga kesakitan. Panas dingin mencekam, bosan menyapa Kelukaan dalam tak terukur kata. Tak terhirau pedih mendesah Air mata telanjangi kelemahan Kata mengubah semua tenunan cerita menjadi puisi. Ruteng, 2019 BACA JUGA KARYA RISTA DAMU LAINNYA: Pengadilan Cinta Cerpen Karya Rista Damu 02 (Rista Damu) Saat bangun pagi Diruang sempit itu Mencium aroma tubuhmu Kuingat saat angin menghantrakan  aku pada penghujung cerita Kita berkisah pada serpihan-serpihan kisah yang masih rapi Kita bermada dengan kita merasa Memampukan aku mengubah ruang sempit itu menjadi puisi Sungguh..Tuhan telah menciptakan...

Kumpulan Puisi Arsi Juwandy: Kastil

Gambar
Sendiri (KMJ) Aku duduk di sini saja Sendiri Menahan cakrawala Tak mengapa Tanpa kata Cukup aku sendiri (dan bayang-bayang) Masih merindu?; Kujawab, ya sambil berdoa Senja telah tenggelam Dan malam. Kisol, 2019 Baca juga: Antologi Puisi Hak dan Kewajiban Itu Dulu (KMJ) Itu dulu; Saat narasi kita masih tersusun rapi di atas tumpukan tisu Senyummu kuselipkan di balik dadaku Itu dulu; Saat selembar fotomu kudapati pada ruang kosong dompetku Namamu yang tak luput dari perbincangan tengah malam Itu dulu; Tetap sama, Saat ini. Kisol,2019 Kastil (KMJ) Di dalam hatiku, Bekas taman engkau bermain dulu, Akan kubabat bunga-bunga yang engkau tanam. Di sana; akan kubangun sebuah kastil kecil Kupajangkan fotomu di setiap sudut Dan kuberi nama kamu. Jauh di ujung langit tuhan masih menghitung rumus lima ribu kali lima puluh juta rinduku. Kisol, 2019 Jangan Takut (KMJ) Jangan takut Jika aku masih mengusikmu Biarkan aku mati Terbunuh mawar yang ku tan...

Klau

Gambar
Klau (Klaudius Marsianus Juwandy) Apa arti kebahagian ketika aku tak pernah tersenyum? Apa arti memiliki ketika aku selalu merasa kehilangan? Dan apa arti sebuah cinta ketika pahit selalu ku dapat? Butiran air mata jatuh perlahan dari mata Klau di sudut Gereja saat misa penerimaan Komuni pertamanya. Tubuh mungil dihiasi pakaian serba putih dengan balutan sepatu hitam membuatnya gagah dari yang lain. Tapi bahagia itu ternodai oleh air mata. “Di mana ibu, di mana bapak?” tanya klau pada neneknya. Diam tak berkata ketika kata-kata, Klau terngiang di telinga nenek Tea. Sejak Klau kecil hingga sebesar ini, dialah sosok penting dalam hidup Klau ketika Maria ibunya meninggalkan Klau bersama tangisan kerinduan. Sepotong gambar kusam dititipkan Maria untuk Klau. Maria gadis cantik terlahir dari desa terpencil. Sejak kecil, Desa Golo Pering menjadi sahabatnya untuk bermain. Hamparan desa yang indah yang dikelilingi oleh pepohonan bambu menemani hari demi hari yang dilalui Maria. W...

NAPAS KANFAS ANDREAS VIII

Gambar
NAPAS KANFAS ANDREAS VIII *KLAUDIUS MARSIANUS JUWANDY “Aku akan pergi mencari  jodohku seperti yang diperintahkan Abdal. Aku akan mencari gadis yang elah ku lukis ini” kata Andrea. Sambil meracik kopi, Soni hanya diam mendengar keputusan yang aneh itu. Andreas tidur dan bermimpi bertemu seorang yang memberikannya  sebuah peta tempat jodohnya berada. Soni yang selalu saja sulit mengartikan setiap tingkah laku Andreas hanya bisa diam dan menawarkan kopi ketika kerutan dahi Andreas semakin nampak saat berbicara. Di depan teras, soni mengantar Andreas yang hanya membawa sebuah tas kecil dan sebuah peta peta yang ia gambar sendiri.  Soni hanya melambaikan tangan saat Andreas beranjak dari kaslitnya. Sesekali ia menoleh sebelum tubuhnya di raib oleh awan. Malam tiba, Andreas masih terus melangkah. Di atas sana, bulan dan bintang seperti menertawakannya. Sesekali suara burung hantu terdengar dan kicau-kicau jangkrik menambah suasana yang begitu menyeramkan.  Di...

NAPAS KANFAS ANDREAS VI

Gambar
NAPAS KANFAS ANDREAS VI Klaudius Marsianus Juwandy* BUKAN ANDREAS Sore itu Robertus yang merupakan mahasiswa seni di kopi sore diundang oleh Oktavianus untuk menikmat kopi sore di rumahnya. Di teras rumah itu nampak Oktavianus sedang duduk menghadap ke arah Barat. Itu adalah tempat paling indah untuk menikmati kopi karena bisa melihat merahny senja yang berada di ujung. Di dinding sebelah kiri sebuah lukisan yang berukuran lumayan berar digantung. Oktavianus sibuk memutar kepalanya, kadang kekiri, ke kanan atau atas bawah. Merasa tak puas dengan itu akhirnya Robertus mengambil lukisan itu. “hati-hati dengan lukisannya, itu peninggalan ayahku” kata Oktavianus mengagetkan Robertus. Saat itu dia telah selesai meracik kopi ntuk mereka, aromanya begitu wangi hingga kehangatan pun muncul dari bibir-bibir gelas itu. “silahkan di minum, maaf aku lebih suka rokok ketimbang kue untuk menemani kopi, lebih enak soalnya” kata Oktavianus Keduanya pun mengambil gelas kopinya, Ok...