Postingan

Menampilkan postingan dengan label adat manggarai

PNS dan Menantu Idaman

Gambar
PNS dan Menantu Idaman Anggota tes CPNS Di zaman sekarang, mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Lulusan yang selalu bertambah setiap tahun dan lapagan pekerjaan yang minim, menghasilkan angka pengangguran yang terus meningkat. Apalagi tuntutan dan kebutuhan hidup yang terus bertambah, memaksa setiap individu harus bisa menghasilkan sesuatu. sistem dan budaya yang masih mengandalkan orang dalam, semacam tembok besar yang berdiri kokoh di depan kita. Sedangkan di belakang kita adik-adik, orang tua, dan semua yang hidupnya bergantung kepada kita, mendorong kita untuk terus maju. #semangat nach Pertanyaannya, kita bisa apa? Mungkin kalau Anda Wiro Sableng bisa menghancurkan tembok tersebut dengan pukulan matahri atau Kapak Naga Genit 212.a Walah makin sulit. Baca Juga:  Tips dan Contoh Kado untuk Hari Valentine Bapa, ibu, saudara/i yang terkasih dalam nama Kristus, di tengah kecemasan para sarjana yang belum mendedikasikan diri di tempat kerja, pemerintah hadir ...

NAPAS KANFAS ANDREAS V

Gambar
NAPAS KANFAS ANDREAS V Klaudius Marsianus Juwandy* mengapa kamu tiba-tiba gelisah” tanya Andreas “tidak, aku hanya mau memastikan apakah tukang pos itu sudah pergi” kata Elisabet sambil melihat di sekeliling rumah, seperti ada seseorang yang sedang dia nantikan. Pagi itu hujan, tak seperti biasanya hujan begitu dingin dan deras.  Andreas yang kepalanya penuh dengan kejenuhan tak menghiraukan kegelisahan Elisabet. Pagi itu, seorang tukan pos mengantarkan sebuah surat untuk Elisabet, entah mengapa saat membaca surat itu, Elisabet tiba-tiba merindu dan merasa gelisah. Hujan makin deras, Andreas merapatkan jeketnya dan dalam sekejap aroma kopi memenuhi rumah itu. “kopi adalah suguhan yang indah unntuk mengusir  dingin” kata Andreas Elisabet hanya tersenyum, tatanan senyum yang indah di pagi itu membangkitkan gairah Adam pada diri Andreas. Diletakannya gelas kopi itu dan memeluk Elisabet erat. Rintik-rintik itu seperti sebuah alunan nada saat dengan keperkasaan An...

KOPI DAN PAHIT

KOPI DAN PAHIT (Klaudius Masianus Juwandy)* Suara ge mercik hujan menggoyahkan lamunanku. Seketika ingatan itu terbuang dengan sendirinya. Bukan tanpa sebab, tapi kali ini tubuhku memilih diam. Di depanku dua manusia sedang tertawa bahagia. Aku tahu, mereka pasti mengira dunia ini milik berdua. Bukankah begitu yang namanya cinta? “ Pa, kopi susunya dua ” kata kedua pasangan itu tanpa mempedulikan yang lain “sabar ya, kalau kamu Fan pesan kopi apa?” jawab pa Soni sang pemilik kedai kopi sambil mendekatiku “seperti biasa om” jawabku singkat. Dari sudut kedai, pa Soni masih menatap Irfan dengan penuh kesedihan. “dasar anak muda, begitu rapuh hatinya terhadap sebuah cinta” guman pa Soni dalam hati dan mempercepat langkahnya untuk mengantarkan kopi pesanan pelanggan “ Secangkir kopi pertama di pagi hari, tak lagi panas seperti biasanya. Menjadi hangat seperti kamu ketika tahu bahwa ada sosok yang menyukaimu. Bagi sang waktu, merubah sikap seseorang terasa begitu mudah...

LILI

Gambar
LILI* (Klaudius Marsianus Juwandy)* Apalah arti memiliki kettika kita harus kehilangan orang yang laing dicintai, apalah arti sahabat ketika kita jatuh dalam kubangan lantas mereka tertawa. Bukankah itu hal yang paling anjing untuk sebongkah daging polos. Tuhan jika memang engkau tak bisa menyelesaikan masalahku, biarkan aku yang kotor ini menjaga kain putih itu agar tetap putih. Dan aku pun kembali melihat hal-hal yang menyakitkan dalam hidupku, Tuhan dan iblis yang tak henti-hentinya berperang dalam hati dan aku atau mungkin kita berada di tengahnya. Kadang aku berpikir sebegitu mahalkah diri kita hingga para penguasa selalu bertarung hanya memperebutkan kita. pernahkah kita sejenak meluangkan waktu, duduk di teras loteng, memandangi bintang yang jatuh dan bertanya siapakah yang paling kuat diantara para penguasa itu. Tak akan ada habisnya kata untuk menjelasakan rivalitas mereka yang kita ciptakan. Dalam keheningan, aku pun menemukan sesuatu yang menyakitkan dari ke...