Pengadilan Cinta - Cerpen Karya Rista Damu
PENGADILAN CINTA Rista Damu* Di akhir senja aku menghirup keramahan alam di taman samping rumah. Sejak senja memerah hingga gelap malam membungkus. Aku menangis sejadi-jadinya, saat membaca kembali lembaran-lembaran kusam, yang dulu dititipkan pada kantong celanaku. “Ahhh....kuingin bersamanya saat ini, tapi dia telah pulang”. Cinta, tatapan yang sangat menggairahkan, dimiliki oleh semua insan sebagai kerinduan namun menyakitkan sebagai yang menjauh. Aku diam dalam kebingungan. Hatiku tak menahan rasa untuk mengetahui. Apakah kau masih mencintaiku di sana? Tiada menjawab, hanya keheningan yang tercipta. Cinta, kau telah menyikapkan padaku hal yang belum pernah kutemui pada beribu hati yang pernah singgah. Seakan hari ini memberi nuansa kegembiraan yang semu. Nober, aku masih mencintaimu di sini. Tanganmu yang hangat, jemarimu yang pernah kusentuh. Tawa itu, senyum itu, mengalun indah membahana. Kuingin saat ini kau ada di sini, walau hanya sebentar. Kaulah sosok lelaki...