Balasan Ayuni
Balasan Ayuni (Klaudius Marsianus Juwandy)* Bukan Ayuni tapi siswa SMA Familia Lembor Wandy yang baik Surat-surat yang engkau kirim sudah kuterima, ku kira semuanya telah ku baca dan sangat menarik untuk dijadikan dongeng sebelum tidur. Telah kuterima juga sepasang mata yang engkau berikan kepadaku. Masih berdarah dan segar. Kadang ketika malam aku sengaja menempatkannya di dalam lemari agar matamu itu tak sibuk memata-mataiku. Wandi apakah kamu tahu, mata yang engkau kirimkan itu telah membawa cinta yang sesungguhnya pada kehidupanku. Surat yang engaku krimkan telah menjadi kado pernikahanku yang diberikan oleh suamiku. Rupa-rupanya engkau telah salah memilih teman. Temanmu yang engkau tugasi unttuk membawakan surat untukku ternyata menyimpan perasaan cinta kepadaku. Semua suratmu tak pernah ia berikan. Ia sembunyikan di alam yang tak bisa engkau jangkau. Aku yakin kamu selalu berharap aku akan membalas suratmu itu. Wandi hidup tak seperti keyakinanmu yang dangkal itu...